Skintigrafi tulang konvensional atau regular
Mencakup sesuatu bentuk klise, dapat berarti: “keseluruhan tubuh” atau “kerangka holo/kosong” (keseluruhan kerangka, pada dampak pencitraan anterior dan posterior) menyatakan secara terpisah atau secara bersamaan, satu atau beberapa detektor yang bergerak/bergeser pada kecepatan konstan terletak diatas dan dibawah meja pasien yang sedang dalam pemeriksaan. Sesuatu bentuk klise, yang berarti ‘’center/pusat ‘’ adalah melalui satu atau beberapa area penting (Region of Interest), bagian kerangka yang atensi nya telah menarik perhatian oleh si pemohon/peminta pemeriksaaan, adalah melalui visualisasi klise “keseluruhan tubuh” yang sebelumnya dipraktekkan. Sesuatu bentuk klise, yang berarti ‘’center/pusat’’ adalah gambar statis yang diwujudkan menurut area yang berhubungan, menurut proses pencitraan yang berbeda-beda, sebagai berikut: anterior, posterior, profil, miring, atau pencitraan khusus, seperti proses pencitraan ‘’caudal/belakang/ekor’’ atau ‘’dasar’’ untuk mengeksplorasi cekungan (cabang tulang ischia/duduk dan tulang illo-pubis/kemaluan, tulang klangkang/sakrum dan tulang tungging/coccygis).
Kuantitatif pada ROI
Skintigrafi bertindak sesuai dengan perhitungan aktifitas yang terdeteksi pada keseluruhan ROI (contohnya: bahu) dan menjelaskan persamaan bentuk nilai rata-rata dengan piksel konstitutif ROI. Saat ROI adalah sepotong/sebagian tulang atau artikular bilateral, pemeriksaan harus menjadi simetris atau komparatif.
Tomoskintigrafi atau SPECT (Single Photon Emmision Computed Tomographie)
Indikasi utama adalah eksplorasi pada anomali tulang belakang, dalam pandangan kompleksitas struktur anatomi yang tereksplor dan superposisi dengan tulang. Rekonstruksi gambar diwujudkan dalam tampang melintang, bidang frontal dan bidang sagital. SPECT mewujudkan potongan/irisan tulang atau struktur anatomi yang kompleks (tulang belakang, tulang pergelangan tangan) membuat perwujudan fusi gambar dengan tomodensitometri dan MRI (Magnetic Resonances Imaging).
“3 fase” atau “3 tahap” Skintigrafi tulang
-Tahap inisial atau vaskular atau skintigrafi Vangio : Injeksi I.V . pada R.P. diwujudkan pada saat pasien berada di posisi dibawah kamera menuju skintilasi pusat pada ROI (bahu, lutut…) dan pada area kontra lateral. Suatu pencatatan aktivitas lokal, dengan segera dimulai dan lanjut pada suatu periode 2 menit. Tahap inisial ini memberikan keterangan, dalam bentuk garis lengkung yang pada akhirnya dalam bentuk gambar, pada vaskularisasi ROI yang dipertimbangkan, secara komparatif pada zona kontra lateral. Kepentingannya adalah pada peletakkan bukti hipervaskularisasi (hiperemi) atau hipo vaskularisasi lokal, yang teratur pada beberapa patologi osteo artikular (refleksi algodistrofi khususnya).
-Tahap awal atau jaringan : bertindak pada sesuatu bentuk klise, dipraktekkan statis pada ROI dan pada zona kontra lateral 5 menit setelah injeksi R.P. Tahap awal ini memberikan keterangan pada difusi R.P. sejak dari kompartemen vaskular menuju kompartemen interstisial (sebelum mencapai tulang bagian tengah dengan teratur, dapat dikatakan : osteoblast, kemudian fraksi mineral dan protein tulang). Tahap ini membawa berbagai informasi menarik dalam kasus permeabilitas vaskular yang meningkat (kasus inflamasi, refleksi algodistrofi juga termasuk).
-Tahap tardif/terlambat atau tulang : mempelajari perbaikan tulang dengan teratur, dapat dikatakan R.P. memberikan bentuk klise/gambar yang dipraktekkan statis 2 jam setelah injeksi, seperti ditunjukkan sebelumnya.
Gambar normal :
Tidak mudah untuk menggambarkan beberapa kalimat yang berkait dengan skintigrafi normal pada kerangka. Hanya ada beberapa indikasi emelen-elemen dasar:
• Pengaturan R.P. biasanya bersifat homogen pada sepotong/sebagian tulang yang dipertimbangkan.
• Pengaturan R.P. biasanya bersifat simetris pada sepotong/sebagian tulang atau osteo artikular simetris, kecuali untuk bagian permintaan yang tinggi diantara pekerja manual atau atlet sangat dilateralkan.
• Terdiri dari zona hiper fiksasi biasa dan R.P. normal. Demikian kasus massif wajah, artikulasi besar (bahu, siku, pinggul, lutut), sayap iliaka dan artikulasi sakro iliaka, dan pertumbuhan tulang rawan pada anak-anak.
• Memvisualisasikan ginjal dan kandung kemih, yang melakukan ekskresi urin pada setengah R.P. yang diberikan.
Gambar abnormal :
Ada 2 tipe, terlihat pada fiksasi normal tulang yang berdekatan : hiper fiksasi dan hipo fiksasi.
-Gambar hiper fiksasi, sebagian besar dalam kasus : menghubungkan suatu hiper osteoblast
(mayoritas pembaharuan tulang lokal) adalah respon yang hampir sistematis kepada keseluruhan proses luka dan skintigrafi hiper fiksasi yang menyebabkan berkurangnya kekhususan etiologi pada tulang.
–Gambar hipofiksasi, yang pada akhirnya secara tak terbatas lebih jarang : memberikan suatu bentuk gambar metalik (prostesis, stimulator kardio).
Indikasi utama skintigrafi tulang dan aspek yang diamati oleh skintigrafik
(Informasi katalog akan dibatasi sampai ke esensial/inti.)
Kondisi ganas
-kanker tulang primitif (osteosarcoma, ewing sarcoma): biasanya hiper fiks.
-kanker tulang sekunder: metastatis tulang kanker osteophilic (tiroid,prostat,payudara, ginjal,paru-paru) atau yang lain, sebagian besar adalah hiper fiks. Pada kondisi diagnosa, dapat mengontraskan dua tabel dengan sangat skematik: yaitu banyaknya metastasis, dengan topografi biasa (sumbu panggul tulang belakang dan anggota-anggota root) mewujudkan suatu aspek tipikal osteopathic sekunder dan sama, dalam beberapa kasus, melakukan karakternya yang sangat hiper fiks, satu aspek mengatakan dengan ‘’superscan’’, yaitu metastatis langka, memang unik, atau topografi luarbiasa : kesimpulan konklusi diagnostik adalah random.
Kondisi jinak
Biasanya hiper fiks, kecuali kasus sebaliknya yang harus menjadi tepat. Tumor jinak tulang, sebagai osteoid osteoma. Penyakit tulang Paget: karakternya ditemukan dengan hiper fiksasi yang sangat intens dan kemungkinan visualisasi deformasi tulang yang unik (tulang panjang dengan panjang sepanjang pedang). Skintigrafi tulang mempunyai ketertarikan esensial untuk membolehkan suatu sensus keseluruhan kerangka pada sepotong/sebagian tulang dengan (Paget polistotik, poliostotik, atau monostotik) dan mengenkripsi massa tulang mencapai kondisi (total massa tulang pagetik) inflamasi dan infeksi tulang (osteitis, osteomyelitis, infeksi pada prostesis, spondilosis..) : untuk menegaskan diagnosis, pemeriksaan dengan 3 tahap. Dan/atau sambungan ke skintigrafi dengan polymorphonuclear yang ditandai memungkinkan menarik. Penyakit rematik berevolusi (arthrosis artikulasi besar, rematik radang sendi): penyakit tersebut merupakan indikasi klasik. Pada tempat tertentu, harus dibatasi untuk epifisis osteonekrosis aseptik (ONA khususnya femoralis kepala) yang pada mulanya hipo fiks (default vaskularisasi) dapat menjadi hiper fiks dengan reaksi osteoblastik lingkungan rekonstruktif. Traumatologi: kasus-kasus fraktur adalah hiper fiks. Skintigrafi tulang memungkinkan persamaan evolusi yang terus menerus pada suatu penyelewengan tulang. Osteopathies langka (osteoporosis) : fraktur/patah tulang atau penyelesaian fraktur vertebra dengan mudah dapat diidentifikasikan dan ‘’dapat didatakan ‘’ (terutama karena hiper fiks yang terbaru). Kasus khusus algodistrofi merefleksikan (
A.D.R.) dan bentuk-bentuk klinis (sebagai contoh: kapsulitis yang ditarik): karena evolusi menjadi fase ‘’panas’’ (hiperemi) dan pada fase ‘’dingin’’, adalah indikasi yang baik pada pemeriksaan 3 tahap. Kasus penyakit tertentu ‘’kendala’’, ‘’stress’’, atau ‘’kelelahan’’ : yang dapat mempengaruhi atlet (periostitis, patah tulang ‘’kelelahan’’ non radiovisibel, enthesopathy), orang dengan aktifitas fisik yang signifikan… tetapi juga pada orang tua : pemeriksaan 3 tahap memberikan suatu kepentingan nyata, terutama pada atlet. Kasus tertentu dengan indikasi pediastrik : hanya dua elemen yang akan disebutkan : pada pinggul : perbedaan diagnosa antara osteochondritis pinggul primitif: hipo fiks dalam fase awal, kemudian hiper fiks, maka sinovitis akut sementara atau rematik pinggang. Pada hiper fiks awal, sindrom ‘’enfants battus’’ (sindrom silverman) dimana skintigrafi tulang memberikan suatu nilai forensik.
Pentingnya skintigrafi tulang
Skintigrafi tulang memberikan karakteristik yang bisa difavoritkan sebagai berikut : anomali skintigrafi dapat di deteksi lebih awal daripada anomali radiografi yang sesuai. Kasus ini karena adanya anomali skintigrafi, ini sudah cukup bahwa pergantian tulang dipercepat, sedangkan untuk anomali radiologi, mengharuskan beban kalsium lokal ditingkatkan (gambar kondensasi) atau diturunkan (gambar lytic) sekitar 30%. Secara klasik, skintigrafi ‘’diatas’’, yaitu pada periode radiografi dapat bekerja sampai 6 bulan : skintigrafi tulang adalah suatu pemeriksaan dengan sensifitas tinggi, skintigrafi tulang memungkinkan merealisasi suatu kesimpulan pada ekstensi keseluruhan tubuh, jika diperlukan, nilai suatu iradiasi pasien bisa dirasionalkan. Bukan sebagai poin pemeriksaan radiografi dan scannografi, mengingat multiplikasi diperlukan klise/gambar atau akuisisi, - iradiasi pasien yang bisa dirasionalkan, bahwa skintigrafi tulang adalah suatu pemeriksaan yang bisa di perbaharui mengikuti evolusi suatu patologis yang diberikan,- pada akhirnya skintigrafi tulang memungkinkan penemuan tidak sengaja tidak hanya anomali tulang, tetapi juga urin dan ginjal atau yang lain (sebagai contoh : amyloidosis jantung).
Keterbatasan skintigrafi tulang
Default esensi S.U. adalah kurangnya spesifisitas/kekhususan, respon tulang yang berada di sebagian besar kasus hiper fiksasi. Default spesifisitas tersebut adalah baik : -patofisiologis : gangguan awalnya osteolitik atau osteoblastik ditunjukkan pada suatu hiper fiksasi, - etiologi : berbicara tentang ‘’etiologi kebutaan’’ dari skintigrafi tulang. Namun, pemahaman yang lebih baik dan analisis karakteristik skintigrafi dengan perbedaan kondisi, harus mengarah kepada kritik yang memenuhi syarat. Iradiasi disampaikan kepada pasien : iradiasi rendah dan bisa dirasionalkan. Organ-organ yang paling beresiko adalah : tulang (6.81 µGy.MBq-1), ginjal (6.94) dan khususnya kandung kemih melaksanakan peran sebagai penerima (18.1). Kasus ini harus mengarah pada pasien untuk buang air kecil sesering mungkin dan mengganti popok bayi. Masalah iradiasi sebenarnya hanya indikasi nyata dari skintigrafi kontra tulang: wanita hamil dan menyusui.



Comments
RSS feed for comments to this post.